-St Ives- “Oke, fix Esther adalah Angelica. Lalu bagaimana sekarang?” tanya Harris membuka pembicaraan. Nico, Harris dan Clara berada dalam ruang praktek Clara. Nico mengumpulkan kedua orang itu untuk berdiskusi apa yang harus dilakukan pada Esther. Ia hanya takut jika salah langkah, ia malah membuat kondisi kejiwaan Esther goncang. Clara menatap kedua koleganya. “Mau tidak mau kita harus mengembalikannya pada keluarganya. Mereka adalah tempat pemulihan terbaik.” Tapi rupanya jawaban Clara tadi membuat Nico merasa sedikit tidak rela. Entah mengapa firasatnya mengatakan bahwa memulangkan Angelica bukanlah ide yang bagus. “Betul. Aku setuju. Lebih baik coba hubungi keluarganya dan meminta mereka menjemput Angelica. Mungkin jika mereka menjemput setidaknya Angelica bisa mengingat salah sa

