Curiga Mbak Min

1805 Kata

Sore itu pekarangan rumah Guntur ramai oleh suara anak-anak yang sedang bermain. Ada lima anak yang bermain di sana, tiga laki-laki dan dua anak kecil perempuan. Mbok Min dan Rasti tampak duduk-duduk mengawasi mereka khawatir ada yang terjatuh atau berkelahi. Mata Mbok Min membulat heran mengamati anak-anak tersebut. Meski mereka berbicara dengan bahasa yang berlainan, tapi mereka terlihat sangat akur dan mengerti satu sama lain. Mbok Min pun geleng-geleng kepala melihat pemandangan yang tidak biasa ini. Namun dia tidak dapat menyembunyikan perasaan senangnya mendengar celoteh dan tawa canda mereka. Terutama melihat Hera yang langsung akrab dengan seorang anak laki-laki berwajah tampan dan berambut ikal kepirang-pirangan. "Itu yang paling gede namanya Nadzir, keponakan Pak Said. Nadzir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN