Dua minggu berlalu. Selama itu juga Reya masih berusaha untuk meminta maaf dan meraih hati Daffa kembali. Ia juga sudah menjauhi Vian, papa Maira yang menjadi duduk permasalahan nya dengan sang suami. Selama dua minggu ini, Daffa memang menelponnya. Tapi hanya untuk mengobrol dengan ke empat anaknya. Daffa selalu menghindar ketika Reya muncul di depan kamera. Ya Tuhan, rasanya sakit sekali. Reya menarik napas. Ia mengaduk s**u putih hangat dalam gelas lantas menaruhnya di meja makan. Malam ini Daffa akan pulang. Dan Reya bertekad akan menyelesaikan masalahnya dengan suaminya. "Assalamualaikum!" Suara dari depan pintu sontak membuat Reya bangun dari duduknya lantas menemui suaminya-Daffa. Reya menyambut tangan Daffa, lantas menciumnya. "Mau langsung makan?" Tawar Reya. Daffa menggeleng.

