"Teteh jangan deket-deket dia!" Teriakan nyalang Keagan terdengar dari arah belakang rumah. Disana, Keagan masih setia menatap dua sahabat tetehnya, Radinka, dengan pandangan menusuk dan juga tajam. Tangannya bersedekap di d**a, lantas menaikan wajah pertanda ia adalah bosnya disini. Ia wajib dan berhak mengatur ini dan juga itu. "Lho kenapaa dedek? Kan teteh cuma main aja sama Zio dan Sean," cicit Radinka. Radinka menatap adiknya yang sedari tadi melarang nya berdekatan dengan sahabat-sahabat nya. Keagan berdecak, ia menyeret langkahnya yang hanya dibalut sendal jepit berwarna biru itu untuk berhadapan dengan Radinka dan dua sahabatnya. "Bukan kak Zio, tapi Sean! Aku gak suka teteh deket-deket dia!" "Why?" Tanya Sean kecil. Keagan melotot, lantas menunjuk d**a Sean dengan gemas. "Kamu

