•||• Brak! Keagan membanting mainan berupa boneka berbie di lantai. Menatap tajam mata Shaqila, kakaknya, yang sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak kalah tajam. "Kamu kenapa banting berbie aku?!" "Kamu duluan!" Teriak Keagan. Bocah laki-laki yang memakai celana pendek berwarna hitam dan kaus putih itu memungut mainannya yang baru saja dibanting oleh sang kakak. Ia menatap mainannya dengan sedih, tapi ia tetap tidak mengeluarkan air matanya. Pantang bagi Keagan untuk menangis hanya karna mainan. "Lagian salah kamu! Kenapa kamu jailin aku?!" Qila berteriak tidak karuan. Ia mendekati Keagan, lantas mencengkram bahu Keagan dengan kencang. Awalnya mereka baik-baik saja bermain di ruang tengah. Tapi karna mulut Keagan yang mengatakan bahwa Qila mirip nenek lampir dan tidak mirip den

