Reya mengaduk s**u di dalam gelas, lantas menyodorkan s**u itu kepada Radinka. Ia memberi sendok kepada kedua putrinya yang sudah duduk setia di kursi bayi. Perempuan itu dengan cekatan mengambil tas berwarna pink pastel milik Radinka, lalu memeriksa buku-bukunya. "Pr-nya udah kan teh?" "Udah bunda. Teteh udah kerjain pr-nya," Radinka mengunyah rotinya. Ia menatap bundanya yang masih setia memeriksa pekerjaan rumahnya. "Nanti kalo nulis agak rapihan dikit ya sayang. Jangan gini, oke?" Reya mengusap rambut Radinka dengan sayang. Radinka mengangguk samar, lalu memakan kembali rotinya. Reya berjalan ke arah Keagan yang duduk di stroller baby lantas mencium nya. "Bunda anter teteh dulu ya sayang. Dedek sama mbak Tiwi sama mbak Yoona dulu ya. Nanti siang bunda pulang, oke?" "Ke!" Keagan ter

