(POV Adnan) Setah sekian purnama kulalui seorang diri, kini Renata hadir mengusir sepi, menghiasi kamar kami yang semula sunyi. Aku telah resmi menikahinya hari ini, di hadapan penghulu juga saksi aku berjanji akan menjaga, mendidik dan menafkahinya sepenuh hati. Wanita yang mengenakan kebaya dan balutan hijab syar'i itu tersenyum menatapku, lalu mencium punggung tangan ini dengan takzim, terakhir aku mengecup keningnya dengan d**a yang berdebar. Bagaimana bisa kami menikah tanpa pacaran seperti pasangan kebanyakan, Renata menolak katanya tak ingin terjebak dalam lembah dosa. "Pacaran itu dosa, kalau Mas serius segera nikahi aku, kalau engga silakan cari wanita lain yang mau diajak pacaran," ucapnya tempo hari, yang membuat hati ini semakin mengagumi. Ia tak hanya seorang istri shali

