puber kedua

1239 Kata

"Kenalan aja dulu, Adnan, kalau kamu tertarik langsung nikah, dia wanita shalihah, Ibu senang kalau kamu beristrikan dia." "Tapi, Renata mantan istri temanku, apa kata orang?" "Jangan dengar apa kata orang, banyak di luar sana yang naik ranjang dan turun ranjang, selama kalian tak sedarah maka pernikahan itu sah." Ucapan ibu sungguh terngiang merusak konsentrasi kerjaku, tak dapat dipungkiri Renata memang sangat menarik hati, kepribadiannya yang kalem dan berwibawa juga penampilan yang berbeda dengan Melta. Sungguh, sejak dulu aku selalu mendamba memiliki seorang istri yang bisa menutup auratnya dengan sempurna. Namun, saat itu Melta selalu berdalih bahwa dirinya belum siap. "Percuma memakai hijab tapi hati belum bisa taat, lebih baik perbaiki hati dulu baru setelah itu berhijab," kat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN