TAKDIR (END)

1509 Kata

Udara pagi yang segar itu di nikmati Ruby dengan duduk di salah satu bangku yang ada di kebun strowberry. Tidak ada yang di lakukan gadis itu, selain diam dengan pandangan lurus ke depan. Bukan tanpa tujuan dia duduk di sana, dia tengah menunggu kedatangan seseorang. "Sorry! Kalau nunggu lama!" Suara seseorang mengalihkan perhatian Ruby, dia menoleh sekilas ke asal suara, sembari mengangguk. Gadis yang baru datang itu mengambil posisi duduk di samping Ruby. Untuk sesaat tidak ada yang membuka suara. Sampai akhir nya, Ruby lah yang memulai. "Lo tenang aja! Gue gak akan ambil Genta dari lo! Setelah ini gue bakal balik ke Milan." Sahut Ruby dengan suara datar, tanpa menatap lawan bicara nya. Selena tersenyum sinis tanpa di ketahui oleh Ruby. "Yakin lo ikhlas?" Tanya nya, seraya menatap R

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN