Malam yang begitu sejuk, dan hening itu mampu membuat Ruby betah untuk duduk di taman belakang villa tersebut. Dengan laptop yang terbuka di pangkuan nya, di temani dengan secangkir coklat panas. Di saat semua orang telah terlelap dalam tidur. Ruby masih senantiasa mengerjakan tugas akhir nya, dan mengetik skripsi nya. Dirga, Digta, dan Regan baru saja datang di puncak beberapa jam yang lalu. Mereka langsung saja istirahat, karna perjalanan yang melelahkan. Terutama Dirga yang langsung terbang dari Paris. Ruby berulang kali mendesah dan mengacak rambut nya, di saat pikiran nya buntu tiba-tiba. Dia tidak dapat berpikir jernih sejak tadi siang sampai sekarang. Pikiran nya terus melayang pada kejadian di meja makan tadi. Dimana mata nya menangkap sepasang kekasih yag begitu mesra di depan n

