Ruby kini tengah berada di taman belakang sekolah. Berulang kali menatap tangan nya. Kedua tangan nya ini lah yang membuat nya tega menyiramkan air bercampur batu es ke tubuh Ralin. Ruby tidak mengerti kenapa dia bia semarah dan sekacau tadi, sampai-samapi dia lepas kendali seperti tadi. Entah kenapa saat melihat Ralin tadi, dia seakan membayangkan kembali kejadian saat di puncak, dan itu mengusik ketenangan nya. Membuat nya marah. "ARGHHH....!!!" Bughh... Ruby sudah tak bisa lagi menahan kekacauan di dalam diri nya. Dengan emosi yang terus meningkat dia menonjok pohon besar yang ada di dekat nya, melampiaskan setiap amarah nya. Berharap hati nya sedikit puas, tidak peduli jika kedua tangan nya sudah lebam, dan bahkan mengeluarkan darah. Bugh.. Bughh... Bugh.... Nafas Ruby terengah,

