Tidak ada yang di lakukan Genta selain terus menatap ke objek yang sejak kemarin mengusik ketenangan nya. Ucapan Ruby terus terngiang di telinga nya. Ucapan yang meminta nya agar menjauhi gadis itu. Genta kembali mengusap wajah nya dengan gusar entah untuk ke berapa kali nya. Jujur, dia tidak bisa seperti ini terus, semakin dia diam, semakin d**a nya terasa sesak. Genta benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Ruby. "Kenapa lo Nta?" Nichol menepuk pundak Genta, lalu duduk di samping cowok itu. Seraya menatap Genta dari samping. "Kayak nya lecek banget tu muka." Genta berdecak, sambil mengusap rambut nya. "Bingung gue Nic, sama sahabat lo itu." Gumam nya, seraya mengarahkan dagu nya pada seorang gadis yang tengah duduk taman sekolah bersama teman-teman nya. Nichol mengikuti arah

