Kondisi Ruby sudah mulai tenang, dan tanpa obat penenang. Genta terus meyakinkan pada Ruby bahwa semua akan baik-baik saja. Dia yakin, gadis itu pasti bermimpi buruk tentang kejadian dua tahun lalu itu. Genta tidak bisa melihat Ruby yang terus seperti ini, tapi apa yang bisa di lakulan nya. Ruby sendiri yang terus mengingat masa lalu nya, dan seakan belum mengikhlaskan kepergian Dafa hingga sekarang. Kini di dalam kamar itu hanya tersisa Ruby dan Liana. Liana tak henti nya menatap putri bungsu nya yang terbaring di ranjang itu, dengan tatapan kosong. Hati nya teriris melihat kondisi Ruby yang seperti ini. Ralin benar-benar kuat menghadapi Ruby selama dua tahun belakangan ini, lebih tabah ketimbang diri nya sekarang. Liana menghapus air mata nya, lalu melangkah mendekati Ruby, dia duduk d

