"Jangan sakit lagi, kesehatan kalian berdua yang paling penting untuk Kakak sekarang" Kak Affif melepaskan genggamannya dan beralih memeluk tubuh gue erat. "Nayya minta maaf kalau udah ngebuat Kakak khawatir, maaf kalau Nayya teledor sampai gak sadar sama kondisi Nayya" jawab gue membalas pelukan Kak Affif. Kali ini gue sakit murni karena keteledoran gue, kalau seandainya gue dengerin Kak Affif untuk gak balik ke Jakarta dan ngebiarin Kak Affif yang nemuin gue mungkin gue gak akan ngerasa sebersalah ini. "Nayya gak perlu minta maaf, Nayya laperkan? Yaudah Kakak cuci muka dulu setelahnya kita turun makan" "Okey" Selesai Kak Affif beberes, gue ngegandeng lengan Kak Affif turun ke bawah dan ternyata Tante Wina masih ada, aduh ibu-ibu ngomongin apaan memangnya sampai gak selesai-selesai d

