"Nay, bisa Mas minta tolong sebentar?" jantung gue rasanya mau teriak begitu sadar siapa yang minta tolong barusan. "Tolong apa ya Mas?" tanya gue rada terpaksa. "Tolong ambilin kemeja Mas yang pernah kamu beliin di atas sebentar, masih inget kamar Mas yang manakan?" ngajak ribut ni orang, asli ngeselin. "Maaf Mas, bukannya apa-apa tapi gak mungkin Nayya masuk ke kamar orang sembarangan, minta tolong sama yang lain aja gak papa ya" tolak gue masih pake cara halus. "Tapi Mas gak keberatan kalau kamu yang masuk" "Maaf Mas tapi Nayya yang keberatan, Nayya akan nolong kalau memang Mas harus beneran ditolong, tapi kalau cuma sekedar ambil baju, Bi Surti juga bisa Mas mintai tolong, gak harus Nayya" gue tersenyum sekilas karena gak enak dengan tatapan yang dilayangkan Tante Wina, kelakuan a

