Indira PoV Pagi ini aku terbangun saat kurasakan sebuah lengan memeluk tubuhku dengan posesif. Aku tersenyum saat menyadari siapa pemilik lengan kokoh ini. Ya, dia Ibra. Ibra Hadiwirdja, lelaki impianku sejak masa SMA sampai sekarang, yang kupastika dia akan tetap menjadi lelaki impianku selamanya. Aku bangkit hendak mandi ketika aku merasakan sedikit nyeri di bagian intiku. Nyeri ? Oh, ayolah .... tentu saja karena yang aku hadapi semalam adalah lelaki yang masih tetap perjaka dan menahan nafsu seks nya selama 28 tahun. Dan aku? Ayolah, jangan berpikir bahwa aku sekotor apa yang dibilang Livi. Karena sebenarnya, Alex tak pernah menyentuhku sampai batas yang tak seharusnya. Entah mengapa, laki-laki itu menghentikan kelakuan bejatnya saat aku menangis dan memohon agar dia tak melakukanny
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


