Perjalanan Bandung – Jakarta ditempuh Ibra dengan sedikit santai. Hatinya demikian ringan karena dia yakin, bahwa penantiannya tak pernah sia-sia. Menanti seorang gadis biasa seperti Indira? Tunggu, Indira bukan gadis biasa. Dia memang bukan perempuan dari golongan mereka-mereka yang kaya dan berkelas. Tapi di mata Ibra, Indira memiliki kelasnya sendiri. Kelas dimana perempuan itu satu-satunya gadis yang pernah dia kenal, yang tak terbawa arus apapun. Selalu diam meski dia tahu, Ibra demikian mempesona. Indira memendam cintanya yang tak kan mungkin bersambut, awalnya. Tapi kini, setelah malam hangat yang mereka lewatkan berdua, juga pagi dingin yang kemudian berubah menjadi panas, keduanya seakan memiliki sesuatu yang baru. Sesuatu yang pantas mereka perjuangkan, meski masih banyak yang

