bc

DUA SUAMI

book_age18+
206
IKUTI
1K
BACA
others
independent
confident
inspirational
drama
serious
city
cheating
illness
lies
like
intro-logo
Uraian

Andria, seorang dokter anastesi di sebuah Rumah Sakit Swasta di Jakarta.

Suami pertamaku, mas Herman memperkenalkan seseorang kepadaku yang ternyata sedang dia nilai dan dia persiapkan sebagai pengganti dia saat waktunya nanti dia pergi meninggalkanku.

Aku menikah dengan pria lain atas izin suamiku dan atas permintaannya. Bahkan kami bertengkar hebat sebelum akhirnya aku menyerah untuk menurutinya.

Sanggupkah aku menerima penggantinya?

Perjalanan hidup adalah sebuah misteri

Ternyata pernikahan keduaku yang diawali tanpa cinta membuat situasi rumah tanggaku jauh dari bahagia.

Hanya Atina, adik angkatku tempat mengadu segala kemelut rumah tangga keduaku apalagi sejak kutahu suami keduaku selingkuh.

chap-preview
Pratinjau gratis
BAB 1
Aku hanya bisa menatap jauh dari dalam mobil ke arah gundukan tanah merah berjajar di TPU.Aku tidak sanggup mengantarkan jasad suamiku untuk dikebumikan. Mas Herman, suami pertamaku, pergi meninggalkanku selamanya.Suami yang aku cintai sepenuh hati biarpun tak pernah terucap bahwa aku sangat mencintainya.Suami yang 2 tahun lebih muda usianya dariku, tapi kedewasaannnya melebihiku. Abang Hadi, suami keduaku sedang sibuk mengurus pemakaman suami pertamaku. Aneh?Memang Mas Herman masih suami sahku secara hukum negara dan agama hingga maut yang memisahkan kami.Seperti janji kami dahulu kalau kami tidak akan pernah bercerai kecuali maut yang memisahkan kami. Abang Hadi ,dia memang suami keduaku yang sah secara agama saja.Ya, aku memang melakukan pernikahan atas permintaan Mas Herman.Kami menikah siri atas izin dan permintaan Mas Herman saat terakhir hidupnya bahkan Mas Herman yang memintaku agar menerima Abang Hadi dalam hidupku sekaligus beradaptasi dengan kebiasaan yang berbeda nantinya antara dirinya maupun Abang Hadi. Akupun awalnya merasa keberatan dengan semua itu biarpun setelah beberapa kali pergi dengan ditemani abang Hadi akupun sudah mulai terbiasa dan bisa menerima kehadiran abang Hadi sebagai sahabat Bahkan beberapa kali aku juga merasa deg-deg an saat abang Hadi memperlakukanku seperti mas Herman.Apalagi saat kulit kami bersentuhan secara langsung tanpa sengaja buluku sering meremang sambil membayangkan abang Hadi cukup tampan dan mempunyai bodi yang masih oke ukuran pria seusianya Aku sering menolak ditemani abang Hadi tetapi mas Herman sering meminta abang Hadi menemaniku saat suamiku sibuk dan tidak bisa pergi meninggalkan pekerjaannya. Memang pekerjaan abang Hadi lebih fleksibel waktunya dan bisa menemaniku jika diminta oleh mas Herman. Aku termenung memandang jasad suamiku sudah dikebumikan sambil meneteskan air mata memikirkan semua keanehan tingkah mas Herman satu setengah tahun belakangan sejak dia mulai kenal dengan abang Hadi, kehidupanku berubah drastis akhir-akhir ini karena mas Herman ternyata diam-diam mempunyai tujuan agar aku bisa menerima abang Hadi sebagai gantinya. Mas Herman suami yang selalu ada disaat aku merindukan kedua orangtuaku yang sudah lama tiada dan disaat aku terpuruk akibat perbuatan pamanku yang mengambil alih semua harta benda peninggalan papaku dengan penuh ketamakan. Aku memang anak tunggal berasal dari keluarga kaya.Kedua orang tuaku sudah lama meninggal dunia.Papaku meninggal di bulan Mei,tak lama setelahnya mamaku sudah sepertinya kehilangan semangat hidupnya dikarenakan belahan jiwanya sudah pergi dan ditambah dengan masalah pelik yang diperbuat pamanku mengambil alih semua peninggalan papa yang seharusnya tidak akan habis hingga masa tua mama. Mama sudah lama mengidap diabetes tapi sengaja makan makanan manis saat aku pergi bekerja ke rumah sakit dan tak pernah mau aku ajak check up. Tak lama berselang ,9 bulan kemudian mama menyusul kepergian papaku setelah menyelesaikan tugasnya menikahkan aku dengan mas Herman.Mamaku berkata lega anak semata wayangnya sudah ada yang menjaga. Sekarang mas Herman suamiku tercinta yang tutup usia di usia yang masih muda, baru 43 tahun.Aku terpukul karena selama ini dia tempatku bersandar setelah aku yatim piatu . Aku kehilangan bahu tempatku menangis , kehilangan sandaran hidupku saat aku lelah melawan pamanku..Aku lelah meratapi nasibku.Entah cobaan apa yang Tuhan berikan untukku.Kedua orangtuaku sudah dipanggil lantas aku berpegang pada mas Herman sekarang peganganku pun dipanggil menghadapNya. Sesak di d**a begitu membuncah. Sambil ku mencoba mengingat kejadian satu setengah tahun yang lalu.Suamiku memperkenalkan temannya abang Hadi kepadaku.Aku menjadi akrab dengan Hadi karena aku memang mempunyai kepribadian mudah berkawan dengan pria tapi susah berkawan dengan sesama wanita yang menurutku ribet dan rumit.Singkat cerita aku,suamiku dan Hadi menjadi akrab.Kami sering jalan bersama saat abang Hadi ke Jakarta untuk berbisnis.Seru seruan bersama ,kulineran dan lain sebagainya. Sampai kami berteman cukup dekat biarpun diawal aku agak canggung saat abang Hadi diajak mas Herman menginap dirumah. Tapi ada suatu peristiwa yang akhirnya mengubah hidupku saat mas Herman dirawat dan diisolasi di ICU sebuah rumah sakit karena tertular covid.Suatu hari suamiku yang sempat bangun dari komanya dan meminta aku menerima abang Hadi sebagai suami keduaku dan menikah didepan ruangannya sebelum dia menutup mata selamanya. Para tenaga medis yang menyampaikan semua padaku kala itu karena kami tidak bisa masuk keruangan mas Herman diisolasi.Kata tenaga medis mas Herman menunggu aku menikah dengan abang Hadi.Tepat saat ijab kabul sedang diucapkan abang Hadi didepan penghulu dan para saksi saat itu pulalah mas Herman pergi untuk selamanya meninggalkanku. Ingatanku kembali ke awal mula hal ini diucapkan oleh mas Herman padaku. HAH ??Mempunyai suami pengganti sama sekali tidak pernah terbayang dalam benakku karena aku sangat mencintai mas Herman.Apalagi hal tersebut sama sekali tidak wajar buat kita yang hidup di adat ketimuran saat suami pertama masih hidup sudah membicarakan calon suami kedua.Aku jelas menolak keras usul mas Herman kala itu.Tapi mas Herman memaksaku terus menerus hingga aku merasa ada yang janggal dengan kelakuannya saat itu Sekarang banyak pertanyaan apakah yang lewat berseliweran di otakku. Apakah mas Herman memang sudah merasa akan pergi meninggalkanku selamanya?Kan katanya orang yang akan pergi menghadap Sang Pencipta ada yang mempunyai firasat jauh-jauh hari. Dulu saat awal baru menikah pernah suatu hari mas Herman tiba-tiba berkata dia tidak akan sanggup meneruskan hidup jika aku yang meninggalkan dia terlebih dahulu jadi lebih baik dia yang pergi menghadap Sang Pencipta terlebih dahulu. Saat itu aku marah dan ngambek tiga hari gara-gara perkataannya.Setelahnya kami berbaikan saat mas Herman meminta maaf padaku. Di waktu lain dia sering berkata tidak mau hidup hingga tua renta karena akan menyusahkanku yang harus merawatnya.Yang membuatku juga kesal padanya Semua kilasan kata-kata dan kejadian di masa lalu seperti terputar di otakku laksana film.Dan akupun menarik napas dalam untuk memenuhi rongga dadaku dengan oksigen lalu menghembuskan perlahan. Sekarang kamu pergi bukan karena penyakit yang selama ini ketat aku menjaganya.Tapi dia pergi setelah terjangkit virus Covid 19 varian Delta selama 3 hari. Dia pergi di usianya yang masih muda.Dia pergi tanpa menyusahkanku.Dia pergi sama seperti semua yang pernah dia katakan. Dia pergi setelah berhasil memaksaku menikah dengan abang Hadi.Semua keinginannya sering membuat kami bertengkar hebat.Saat itu aku benar-benar marah padanya karena semua permintaan gilanya.Aku masih sering mengingat pertengkaran-pertengkaran kami kala itu "Mas kira aku wanita apaan mas.Mana ada suami mau menyiapkan suami kedua untuk istrinya disaat dirinya saja masih sehat sepertimu.Kalau mas memang sudah ngak cinta aku lagi ngak apa-apa ,tinggal ceraikan aku atau tinggalkan aku kalau mas punya wanita lain.Jangan mas paksa aku untuk mulai membuka hati untuk pria lain disaat kamu masih ada mas.Jangan beralasan kita tidak akan hidup selamanya " kataku berapi-api saat pertama kali mas Herman mencetuskan usul agar aku mau menikah dengan abang Hadi suatu saat nanti jika maut memisahkan kami" kataku berapi-api "Tapi papa punya alasan ma, dan semua ini kalau papa ungkapkan mama tidak akan pernah percaya" "Jelas mama ngak akan percaya pa.Suami mana yang akan memberikan istrinya ke pria lain.Ngak ada pa kecuali suami ngak waras.Kalau memang sudah ngak cinta mama langsung talak dan ceraikan mama aja jangan membuat alasan pa" ucapku dengan nada agak keras Aku tau ngak mungkin bilang kembalikan aku pada orangtuaku karena kedua orangtua kami sudah tiada di awal tahun pernikahanku bahkan mas Herman diminta mamaku bersumpah akan menjagaku sampai akhir hayatnya dan dia menyanggupinya Suamiku hanya menunduk terdiam seperti merasa bersalah tapi akhirnya aku tau dia meneteskan air matanya dalam diam itu. Batinku bertanya ada apa sih sebenarnya sehingga suamiku bersikeras agar aku menikah lagi. Apakah karena hal itu?Dia minder atau merasa harus memberikan hal itu dan menganggapku butuh itu yang utama.Aku tidak munafik aku memang membutuhkannya tapi sebagai seorang wanita juga dokter aku tau bagaimana harus menyiasatinya. Aku merasa tersinggung, marah dan direndahkan atas permintaan suamiku.Permintaan ngak masuk akal dari seseorang yang bergelar suami.Tapi aku yakin ada sesuatu yang tidak biasanya dari tingkah laku dan kebiasaannya.Aku harus mencari tau. Aku pergi meninggalkan kamar menuju ke teras samping rumah tempat aku biasa menyendiri saat ada masalah.Aku sedang ingin sendiri.Itulah yang terjadi malam itu seingatku Apakah suamiku sudah tak mencintaiku lagi.Apakah suamiku sudah ngak waras.Malam itu aku sangat marah padanya Suamiku itu sebenarnya memang bukan tipe posesif tapi pernah juga dia cemburu melihat aku terlalu dekat teman pria sejawatku. Hingga di puncaknya setelah capek sering bertengkar karena permintaan anehnya, aku hendak pergi meninggalkannya malam itu.Tapi mas Herman mengancamku kalau aku pergi meninggalkannya dia akan bunuh diri. Semarah apapun padanya aku tetap sangat mencintainya.Hingga aku tidak jadi pergi.Tak lama setelahnya akupun menyerah dalam keadaan lelah jiwa ,lelah bertengkar, akupun mengatakan aku akan mengikuti apa yang menjadi kemauannya jika sudah tiba saatnya nanti tetapi dia harus merestuinya dan ikhlas. Awalnya aku hanya mau melihat apakah suamiku sanggup menerima tantanganku tapi ternyata dia langsung menerima dan menyetujuinya.Sehingga akupun terpaksa menerima perjanjian secara tak tertulis diantara kami jika sudah tiba saatnya nanti aku akan menerima orang yang dipilih suamiku untuk menjadi penggantinya.Kamipun sepakat mengakhiri segala pertengkaran kami.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.6K
bc

TERNODA

read
204.3K
bc

Kali kedua

read
223.0K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
23.3K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
196.1K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.5K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook