Sudah lebih dari dua bulan semenjak kencan mereka yang berakhir manis. Kini hubungan Shiela dan Sean mulai membaik, namun wanita itu masih menjaga jarak dengan Sean. Terlebih kehadiran Mila yang masih sering menggangunya di kantor. Yah, sepertinya Mila mulai merasakan perbedaan perhatian Sean setelah kehadiran Shiela di tengah mereka. Dan hal ini tidak disukainya.
“Bagaimana hasil penyelidikan ku boss?” ucap Dody dengan senyum licik ketika baru saja bertemu dengan Mila. Setelah membaca laporannya Mila pun memberikan ancungan jempol. Sepertinya pundi pundi Dody akan semakin menggendut setelah ini.
“Good job Dody” ujar Mila dan menyerahkan segepok uang seratus ribuan kemudian menambahkan lagi satu gepok lagi sebagai bonusnya.
“Makasih Bos!, cabut dulu yah!” teriak Dody dan mengipas ngipas uang itu sambil tertawa terbahak bahak.
"Ohh ternyata Shiela anak angkat? Ibu kandung Shiela itu korban p*******n dan diusir karena telah mempermalukan keluarga. diperkosa Akhirnya karena tidak dapat mengurus Shiela, diserahkan bayi nya kepada pasangan Tini dan Handoko, mami dan papi Shiela sekarang. Dasar Anak haram” batin Mila kegirangan. Kartu Shiela kini berada ditangannya. Jika Sean dan keluarganya tahu kalau Shiela adalah anak haram, tentu kedua orang tua Sean akan menentang hubungan mereka karena keluarga Sean berasal dari keluarga terpandang, dan mementingkan bibit bebet dan bobot.
"Oh tunggu dulu …masih ada satu informasi lagi yang tidak kalah pentingnya" Mila membaca dengan seksama hingga habis. Perasaan puas sangat tergambar dari wajah wanita itu, "Lihat saja nanti Shiela...nikmati duniamu sekarang karena sebentar lagi akan kuhancurkan. Tunggu tanggal mainnya!"
Hari ini merupakan hari naas bagi Shiela. Gimana tidak, tadi pagi ban mobilnya bocor sehingga terlambat sampai di kantor, padahal ada meeting penting dengan klien besar. Ditambah semakin hari Mila semakin sering mengganggu Shiela. Seperti hari ini.
“Upss….sorry Shiela, aku tidak sengaja menumpahkan minumanku d imejamu barusan” senyum Mila tanpa dosa.
“What??” Shiela segera berlari ke kubikelnya dan terkejut melihat hasil karyanya yang akan dipresentasikan siang ini luntur dan tidak berbentuk lagi. Lemas kakinya , Shiela terduduk lunglai dan menangis tanpa suara.
“Cukup sudah aku dibuat susah oleh Mila, kali ini dia keterlaluan!” geram Shiela. Tapi Shiela masih berpikiran jerniah dan tidak mau menimbulkan keributan di kantor, dengan lemas Shiela membawa hasil designnya menuju meja Dessy dan mohon maaf tidak dapat memperlihatkan hasil karyanya dalam meeting dengan klien siang nanti. Setelah Dessy mengerti duduk permasalahannya, Shiela minta ijin untuk pulang lebih awal dengan alasan tidak enak badan.
Bunyi ponsel membangunkan Shiela ari tidur siangnya. Dengan malas ia meraih ponsel yang tergeletak di samping ranjang dan membaca sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal.
“Hati-hati, sepintar apapun kau menutup nutupi bau busuk akan tetap tercium!” ancam pesan tersebut. “Tunggu info selanjutnya, kau akan terkejut dengan hadiah dariku”
“Siapa ini?” ketik Shiela. “Apa maumu?” lanjutnya.
Ditunggu jawaban dari nomor itu, namun tidak ada respon. Sepertinya nomor Shiela telah di blokir. Tentu saja Shiela khawatir dengan ancaman itu. Satu satunya orang yang mengetahui adalah sahabat nya selama kuliah, Dita. Segera ia menghubungi wanita itu dan mulai mengetik.
“Dita….apa kabar?” tak lama Dita menjawab pesan Shiela.
“Baik Shiela…kamu? Sekarang di Jakarta?” tanya Dita
“Ya, aku di Jakarta, kamu masih di Amerika?
“Yup, What’s up Shiela?"
Lantas Shiela screen shoot pesan ancaman dari nomor yang tidak dikenalnya, dan dikirim ke Dita.
“It seems like someone knows our secret.” Ketik Shiela.
“Impossible, no one would know about it! Jangan khawatir Shiela, orang itu hanya menggretak saja.”
Apakah benar yang dikatakan Dita? Rasa takut dan khawatir semakin menggerogoti perasaan Shiela. Malam itu Shiela tidak bisa tidur, dia tidak dapat mencegah pikirannya untuk berputar untuk menemukan siapa yang mungkin mengetahui kejadian itu.
Sesuai janji Sean kepada dirinya sendiri untuk mencari tahu apa yang terjadi pada Shiela selama tiga tahun kemarin. Dia meminta bantuan temannya, Tony yang kebetulan tinggal di Amerika untuk menyelidiki. Sepertinya penyelidikan Tony mulai membuahkan hasil. Tony melaporkan bahwa sekitar bulan November setahun yang lalu, nama Shiela dan teman sekamarnya di sana muncul dalam berkas kepolisian kota Washington DC. Kota dimana Shiela menuntut ilmu selama tiga tahun. Kasusnya adalah tindakan kekerasan. Namun Tony tidak berhasil memberikan informasi lainnya karena berkas kasus Shiela dicabut olehnya. Dia membatalkannya tanpa alasan yang jelas.
Masih menjadi teka teki, Sean harus terus menggali dan mencari dari sumber informasi lain agar dapat menyingkap rahasia yang ditutupi Shiela. Dicari nama Dita di website university Shiela. Muncul 2 nama Dita. Lantas Sean minta tolong Tony untuk menemui kedua Dita itu dan mencari tahu yang mana Dita temannya Shiela.
Sean berharap akan menemukan secercah cahaya yang membantu dirinya lebih memahami wanita yang telah memporak pondakan hatinya.