Jane memandang pada pergelangan tangan kanannya yang memerah setelah tangan seseorang melingkar di tangannya terlalu erat. Tangannya terasa perih, begitu juga hatinya. Apalagi saat melihat pria itu kini hanya berdiri membelakanginya dan meninggalkannya seorang diri di tengah ruangan kamar yang luas. Kamar yang letaknya masih menjadi satu dengan gedung tempat pesta diadakan. Jane menatap punggung Satya dari tempatnya berdiri dengan berbagai emosi yang berkecamuk di dalam hatinya. Memang benar kalau dia berhasil membuat Satya cemburu. Tapi apa untungnya dari cemburu, kalau itu hanya sebatas berarti melukai ego laki-laki ini? Menit berlalu diantara mereka berdua. Tapi tidak ada tanda kalau Satya akan melakukan sesuatu usai membawanya kemari. Maka dari itu Jane memutuskan untuk beranjak perg

