Jane melihat seorang yang tidur di sebelahnya dengan wajah yang damai. Jari telunjuk kirinya terangkat untuk menyentuh alis tebal dari wajah yang berada tepat di hadapannya. Ujung jarinya merasakan tekstur dari rambut alis yang tebal, lalu jarinya turun menuju hidung dan menyentuh pipi juga dan mengusapnya dengan telapak tangan kirinya. "Hmm.." Suara gumaman dari Satya menghentikan gerakan tangan Jane. Perlahan mata Satya terbuka dan bibirnya melengkungkan sebuah senyum saat melihat wajah Jane. Mereka berdua hanya diam dan saling menatap kemudian. Menikmati atmosfir berbeda dari sejak mereka bergelut dalam perang dingin dan canggung yang membuat jarak mereka menjauh satu sama lain. Jane ingat sekali, semalam ketika dirinya menampar Satya karena jawaban pria itu yang menurutnya sangat eg

