Ada segores perasaan yang menghinggapi Raden Wibowo saat berada di dalam keadaan yang penuh dengan ketidakpastian. Terutama ketika ia menanti kabar ataupun kebenaran tentang Nena, sehingga dirinya cenderung lebih sering mengucapkan kata-kata yang menjurus pada kegelisahan. Sepertinya ia mengucapkan hal demikian secara tak sadar, tapi raut wajah itu tak bisa berbohong. Ditambah lagi, tanpa ia sadari, beban hatinya bertambah dengan sendirinya. Sena, wanita itu menyelip diantara labirin jiwa Raden Wibowo yang selama ini hanya dimiliki Nena. Dalam ketidaksadaran, pria tampan itu selalu kembali kepada Sena dan terus bertanya 'Bagaimana dia di sana? Seharusnya aku meminta izin, sebelum berangkat tadi pagi'. Bersama sesal, Raden menegakkan tubuh dan meraih ponselnya. Ia pun memberanikan diri un

