Di dalam perjalanan dan pencarian Nena, tanpa sengaja hati Raden Wibowo terbersit dan mengarahkan diri kepada Sena. Aneh sekali rasanya, bagaimana bisa rasa bahagia yang sebelumnya penuh menguasai jiwa, kini tiba-tiba redup dan hanya terisi separuhnya saja. Meski begitu, Raden memutuskan untuk melanjutkan langkah demi memenuhi tujuan dalam janji hidup yang selama ini ia torehkan. Demi nama Nena, banyak luka, pengorbanan baik fisik, psikologis, emosional, hingga finansial. Ditambah lagi dengan tragedi hidup yang berat, serta ejekan dari sebagian orang. Raden benar-benar dianggap melenceng dari arah terbitnya dan semua itu sungguh sangat menyakitkan. 'Seharusnya aku mengatakan sesuatu kepada Sena, sebelum pergi! Agh ... apa itu penting? Semuanya sama sekali tidak saling terhubung dan berpe

