Kecemburuan Pertama

2057 Kata

Suara langkah kaki Senandung Arimbi terdengar malas saat meninggalkan bagian depan kamar Raden Wibowo. Pada saat yang bersamaan, pria itu dapat merasakan kesedihan wanita cantik pemilik bibir penuh tersebut. Hingga ia terhenyak dan batinnya berbisik tentang kesalahannya terhadap Sena. 'Lagi-lagi, dia benar dan aku salah.' Kata Raden sambil menundukkan kepala, penuh penyesalan. 'Seharusnya aku tidak bersikap seperti itu tadi! Akui saja kalau dia tidak membual dan sangat menghargai mama. Mustinya aku bangga pada wanita seperti dia, apalagi sudah jarang di luar sana, ada menantu yang begitu menyayangi mertuanya.' Raden tengah berkutat pada diri sendiri. Rasa cinta yang besar terhadap gadis mataharinya, membuat Raden memaksakan diri untuk buta akan semua keindahan wanita dan kebaikan dunia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN