Semilir angin meniup rambut Seline dan mentari pagi menyinari wajahnya, cerah secerah cerahnya wajah Seline. Dia berjalan sambil melompat, ketika berbalik dia melihat suaminya masih memandanginya, pria itu mengantarnya ke kampus. Oh dia tersipu, Seline menghentikan langkahnya, masa jalan sambil melompat-lompat, dia sekarang istri seseorang, harus lebih anggun dan classy. Begitu melihat dua orang sahabatnya, Seline mempercepat langkah. "Haaaiiiii." Dengan ceria dia merangkul Sandra dan Nadine. "Hemm.." Nadine memandang dengan curiga, sedang Sandra hanya tersenyum simpul. "Sepertinya sudah baikan." Kata Sandra sambil tertawa. "Tentu saja sudah berbaikan." Seline menegaskan. "Huh padahal aku sudah pasang strategi buat jadi pelakor." Ejek Nadine, Seline merangkulnya sambil tertawa g

