Bibi Suri menatap haru Seline dan Arya yang pulang dengan kondisi basah dan berpasir. Tapi mereka berangkulan erat, senyum menghiasi wajah keduanya juga matanya berbinar cemerlang. "Eheemm." Wanita itu bergumam. "Bi..jangan liatin gitu." Kata Seline malu-malu. Arya malah semakin merapatkan rangkulannya. Bibi Suri tertawa geli. "Oke deh. Mau masak makan malam dulu." Bibi Suri pergi ke dapur. "Kamu ngerasa nggak sih kalau sekarang Bibi Suri jadi cerewet? Kerjanya ngomel terus?" Tanya Arya. "Baguslah, biar kamu di marah-marahi." "Iya, Bibi Suri tidak adil." Seline tertawa pelan. Mereka menaiki tangga menuju kamar. "Siapa mandi duluan?" Tanya Seline saat mereka di kamar. Tangannya tak mau lepas memeluk pinggang Arya. "Mandi bareng aja." Sahut Arya santai. "Aa..a..." Mereka belu

