The First and Last Thing

1519 Kata

Arya merindukannya, sangat merindukan perempuan itu. Wangi yang manis, wajah yang lembut dan pelukan yang hangat. Apa dia terlalu keras? Mungkin saja Seline telah menyesal, dia masih begitu muda sering salah mengambil tindakan. Mungkin waktu itu dia emosi dan tak berpikir panjang, karena mengira Arya mengkhianatinya? Kaki Arya yang panjang menjuntai melewati sofa sempit di ruangannya. Dia berbaring di sana. Beberapa hari telah berlalu sejak dia bersikap dingin pada Seline, wajah Seline yang menangis menghantui dia. Berjauhan dengan Seline makin membuatnya hampa juga tersiksa. Hati kecilnya tak ingin berpisah dengan istrinya itu. Dia begitu egois, karena hatinya terluka dia menimpakan semua kesalahan pada Seline. Seline-nya. Arya beringsut, berjalan ringkih menuju kamar mandi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN