25: Berdoa

578 Kata

Aku memperhatikan Deeka yang sedang salat di ranjang rawatnya. Ia salat dengan cara setengah berbaring, menggerakkan tangan dan kepalanya sesuai aturan salat. Air mataku menetes membasahi pipi. Deeka begitu hebat, karena terus rajin beribadah walau kaki serta tangannya sudah sulit digerakkan. Deeka, kenapa harus kamu yang mendapat penyakit mengerikan itu? Kenapa... tidak aku saja? Kadang aku berpikir, untuk menggantikanmu. Biar aku saja yang menanggung penyakit itu. Aku tidak kuat melihatmu tidak bisa bermain sepak bola lagi. Aku tidak kuat melihatmu tidak bisa berlari dan tertawa bersama teman-temanmu lagi. Aku tidak punya banyak teman sepertimu, jadi… kurasa itu tidak akan masalah. Aku tidak kuat, Deeka. Rasanya menyakitkan. "Nara, lo udah salat?" tanya Deeka setelah selesai beribad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN