Aku dan Roni jadi sering mengobrol di sekolah. Tentu saja itu karena kami selalu membicarakan Deeka. Anak-anak di sekolah hanya tahu kalau Deeka kecelakaan, dan kakinya sedang dalam tahap penyembuhan. Sungguh, itu kebohongan yang menyakitkan. Tapi, itulah permintaan Deeka pada kedua orang tuanya. Ia tidak mau teman-teman yang lain mengetahui soal penyakitnya yang tidak bisa disembuhkan. Ia tidak mau mendapat tatapan iba dari mereka. Deeka bahkan kemarin mengucapkan terima kasih, karena aku tetap menatapnya sama. Aku tetap melihatnya sebagai Deeka, bukan seseorang yang memiliki penyakit mengerikan. Sebenarnya, aku tidak mengerti maksud Deeka. Aku selalu merasa dia memang Deeka, tidak ada yang berubah. Untuk apa kita menatapnya berbeda? Aku mengaduk kuah bakso de

