Erisa mengerang kecil dengang mengerjapkan matanya samar. Gadis itu merasa ada yang aneh pada tangannya karena tidak bisa ia gerakan kini. Ia pun menolehkan kepala ke sekitar dan langsung melebarkan matanya kaget. Ada banyak orang berjas rapi yang kini berdiri membelakangi mereka di tempat seperti gudang yang luas dengan di sudut tempat itu ada tumpukan jergen berisi sesuatu entah itu apa Erisa tidak yakin. Gadis itu makin melebarkan matanya kaget saat melihat di sampignya kini ada Syahir yang terduduk lemas dengan kedua tangannya yang diikat ke belakang. Bukan hanya Syahir yang bersamanya di sana, ada Theo juga dan dua seniornya di kampus yang ia tidak kenal. “Syahir?” Panggilnya setengah berbisik dengan menyenggol pemuda itu dengan lengannya yang berada di belakang tubuhnya. “Theo!”

