Pasukan

1544 Kata

Athan hendak merebahkan tubuhnya pada tempat tidur dan langsung menegakan tubuhnya kaget saat mendengar deritan hapenya di atas meja belajarnya. Sengaja menjauhkan benda pipih itu agar ia bisa tidur cepat dan tidak terus-terusan berkutat dengan ponsel dan akhirnya ia akan begadangan semalaman karena bermain hape. “Siapa sih yang telepon malam-malam,” gerutu pemuda itu sembari beranjak dari tempat duduknya dengan muka mengantuk. Ia meraih hapenya dan langsung melebarkan matanya kaget melihat nama sang pacar di sana yang menelepon. “Ha-halo?” Ujarnya dengan senyuman lebarnya membuat Yunna di seberang mendengus samar, “kenapa malam-malam telepon? Kangen ya?” Katanya sudah kepedean sembari mengulum bibir berusaha untuk tidak tersenyum, padahal Yunna tidak bisa melihatnya kini. “Gak. Gue Cum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN