Athan menganggukan kepalanya sopan pada suster yang baru saja mengobati lukanya, tangannya sudah diperban setelah diberi obat. Syahir dan Yunna masih berdiri di sisi ranjang dengan memandang ke arahnya cemas. Apalagi tadi lengan Athan memang tergoresnya cukup dalam dan harus dijahit. "Gue beneran ngerasa gak enak karena kesalahan gue elo jadi yang kena." Kata Yunna merasa bersalah, Athan sontak menggelengkan kepala tidak membenarkan. "Cuma luka kecil," balas pemuda itu sekilas mengangkat lengannya ke atas agar gadis di sampingnya itu tidak terus-terusan menyalahkan diri sendiri. "Terima kasih kalau gitu, gue gak tau kalau Dirga bakal senekat itu sama gue yang temannya sendiri," Syahir yang mendengar itu sontak menaikan alisnya tinggi merasa kaget sendiri. "Dirga ini siapa sih sebenarnya

