Dirga masih tersenyum manis ke arah Yunna yang perlahan melangkah mundur karena ulahnya. Pemuda itu masih memegang pisau tajamnya dengan mengarahkannya ke arah gadis di depannya. Bahkan, ia sudah mengambil ancang-ancang siap melayangkan pisaunya. "Dirga! Elo sadar dong! Ini semua salah, elo gak boleh begini." Sentak Yunna berusaha menyadarkannya. "Tenang aja, ini gak sesakit yang kamu bayangin kok. Aku sudah terbiasa memakai pisau, jadi gak akan terlalu sakit." "Dirga! Sekali lagi gue bilang, hentikan!" Dirga menggelengkan kepalanya pelan, masih melangkah maju dengan sekilas melirik ke arah leher, tangan dan juga perut Yunna. Pemuda itu menimbang-nimbang bagian mana yang harus ia sentuh dengan pisaunya. Bagian yang meskipun di tancapkan benda tajam itu tidak akan terasa sakit nantinya.

