Plak... "Sebenarnya siapa dia Filo" Filo mengusap lengannya yang terasa panas, ia memerintahkan anak buah William untuk menjaga gadis yang tampak hamil mengingat perutnya sudah mengembung. "Kamu diem aja deh Lun, jangan macam-macam dan jangan menyentuhnya. Mengerti...!" Mulut Luna menganga takjub melihat sikap dingin Filo, ia masih menatap gadis itu yang sudah di bopong masuk menuju kamar tamu mereka. "Jangan bilang dia selingkuhanmu ya!?" Luna menyusul langkahnya dari belakang dan terus menerus mencecarnya seribu pertanyaan karena penasaran. "Dasar sarap ni orang." gerutu Filo. "Apa, kamu bilang aku apa?" "Filo berhenti kamu...!" serunya. "Apaan sih Lun, memangnya aku sempat main belakang sedangkan kamu terus menerus memantau kemana pun aku pergi selama dua puluh empat jam."

