“Hari ini gak ada acara apa-apa di kampus, kan?” tanya Shaka saat Tita mengulurkan kopi untuknya. Pagi ini, meja makan yang biasanya penuh dengan obrolan beberapa orang mendadak sepi. Papa dan mama sedang pergi keluar kota untuk urusan bisnisnya, sedangkan Adel mungkin saja masih di kamarnya. “Enggak. Kalau sesuai jadwal baru besok atau lusa. Kenapa?” tanya Tita balik. “Selamat pagi, kakak-kakakku.” Shaka yang hendak buka kembali terdiam saat suara Adel yang sudah seperti TOA masjid menggema di ruang makan yang tak terlalu besar itu. “Berisik banget, sih. Pagi-pagi bikin ribut saja, malu sama tetangga noh!” Shaka mengomeli adiknya. Bukannya menggubris kakaknya, Adel langsung ngeluyur duduk di seberangnya, menatap Tita terlebih dahulu dan tak lupa sebuah senyuman dia berikan. “Adel m

