Karena bahan-bahan yang tersedia di kafe Ranti tidak sebanyak yang aku butuhkan, maka sekitar jam dua siang, setelah menyelesaikan pesanan cookies pada hari itu, aku mengajak Gian untuk membeli semua keperluan untuk membuat pesanan cookies besok. Karena tidak ada kendaraan, tadinya aku mau pake motor Gian aja untuk belanja ke pasar, “Naek motormu aja, ya. Nanti aku isiin bensin.” Tapi kemudian Ranti melarang, “Kalian tuh mau beli bahan-bahan banyak, bawa mobilku, nih kuncinya, Gian.” Ranti memberikan kunci mobilnya ke Gian, “Makasih, Ran.” Ranti mengangguk, “Santai. Jangan sampe kurang, ya, persediaan bahannya sekalian buat besok.” Aku mengacungkan jempol kananku, “Oh iya. Itu dua ratus hanya untuk pesanan, loh. Yang untuk di toko tetap dibuat, kan?” Ranti bertanya mengenai stok cookies un

