“Maaf, ya. Aku mendadak gini minta kerjanya. Soalnya aku udah gak tahan lagi di rumah.” Ucapku kemarin, ketika sampai di toko Ranti. Beruntung aku memutuskan untuk meminta pekerjaan saja di sini, bukan sekedar saham. Kalo enggak, hari ini aku masih diam di rumah dan gak ada kegiatan sama sekali. Harus berhadapan sama wajah Bapak yang asem karena gak suka melihat aku diam di rumah, “Disekolahin susah payah, cuma buat jadi pengangguran, anak gak berguna.” Ucapan itu akan membuat siapa pun yang mendengar sakit hati, tapi untukku ucapan seperti itu sudah tidak heran lagi, tidak aneh lagi didengar oleh telingaku. Ibu saja yang terkadang masih memarahi Bapak, jika ucapan Bapak sudah terlalu jahat dan membuatku tidak bisa berkata-kata lagi. Sejak hari pertama aku di sini pun, tanggapan teman-tema

