Ketika sedang beristirahat, aku teringat ucapan Bapak tadi, yang bilang aku tidak beda dengan Ibu yang jadi perempuan gak bener. Entah kenapa ucapan itu terngiang-ngiang terus sejak tadi, aku penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi, karena Bapak sudah beberapa kali ini melontarkan kalimat serupa kalo lagi marah. Otakku berputar, mencari berbagai penjelasan, mencoba berbagai skenario yang mungkin terjadi antara Ibu dan Bapak ketika mereka muda. Aku tidak pernah melihat Ibu pergi dengan lelaki lain atau bahkan sekedar didatangi teman lelakinya, hanya ketika Bapak pernah masuk ke penjara, satu atau dua kali teman Ibu yang namanya Om Hadi, kalau tidak salah mampir ke rumah. Tapi itu pun ya selayaknya teman mengunjungi teman lainnya, sikap Ibu dan Om Hadi pun tidak ada yang aneh di mataku

