Hadiah motor dari Ranti rupanya memicu emosi Bapak yang berlebihan dan menuduhku yang enggak-enggak. Sampai sekarang hatiku masih sakit ketika mengingat kejadian tadi, ketika aku sampai dari kafe, sekitar jam setengah sebelas malam. Tidak seperti biasanya, hari ini ketika aku sampai di rumah, gerbang belum dikunci dan lampu ruang tamu masih menyala, menandakan masih ada yang belum tidur, entah itu Bapak atau Ibu. Karena merasa tidak ada yang terjadi sebelumnya, jadi aku memasukkan motorku ke garasi. Mendengar pintu gerbang dibuka, pintu ruang tamu menjeblak terbuka dan aku disambut oleh Bapak yang berdiri di depan pintu, dengan wajah memerah, aku yakin Bapak sedang tidak baik-baik saja. Tapi, karena merasa tidak bersalah, aku ya, bersikap biasa aja. Baru juga mematikan mesin motor dan meny

