Cookies 26

1230 Kata

Aku dan Gian mulai memanggang cookies sisa yang masih belum selesai. Kami bekerja dalam diam, hanya sesekali Gian bernyanyi dengan suara yang pelan sekali. Jam menunjukkan pukul delapan, ketika cookies yang kami panggang tinggal sisa satu kloter lagi, “Mbak, aku mau keluar sebentar, ya. Gak apa-apa, kan aku tinggal?” aku meng-iya-kan ucapan Gian. Lalu aku meneruskan untuk mencicil membungkus cookies yang sudah dingin dan tidak panas lagi. Sekitar lima belas menit kemudian Gian balik ke toko dengan membawa bungkusan, “Sarapan dulu, Mbak. Aku beli uduk sama lontong sayur. Mbak Jingga mau yang mana? Pilih aja, saya makan sisanya.” Aku menggelengkan kepala, “Aku gak biasa sarapan, Gian.” Gian menggelengkan kepala, “Sarapan, Mbak. Harus. Kita kurang tidur, setelah ini semua matang, masih harus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN