Azan subuh berkumandang, aku terbangun karena teringat pesanan cookies yang belum selesai. Karena kunci ada di Gian, aku menghubunginya, siapa tau dia bisa datang subuh, biar aku ke tempatnya ngambil kunci dan lanjut ke toko untuk melanjutkan pekerjaanku, “Gian, udah bangun? Oh iya, kunci toko ada di kamu, kan?” tidak lama Gian membalas pesanku, “Bentar subuhan dulu, ya.” dan aku juga bergegas keluar kamar untuk ke kamar mandi, karena sejak pulang semalam aku tidak kuat lagi untuk sekedar mengganti mandi dan berganti pakaian. Ketika menunggu giliran ke kamar mandi, aku melihat Bapak keluar kamar, “Duduk sini kamu.” Aku menuruti ucapan Bapak, “Siapa yang nganter kamu pulang semalam?” aku menjawab dengan nada pelan, “Teman di kafe, Pak.” Bapak mendecak, “Halah, jangan bohong kamu. Siapa lela

