Bab 77. Kukembalikan Tunanganmu! **** “Tapi, dia tak mau, Embun?” lirihnya, air bening bergulir di pipi kurus. Tulang pipi yang terlihat menonjol itu seketika basah air mata. Hati ini teramat terenyuh. Gadis lincah, manja, dan jelita dulu, kini berubah kuyu, lemah tak berdaya. Perih ini lebih sakit tentu saja, dari pada kehilangan Mas Darry. Ya, pasti rasa bersalah ini akan lebih menyiksa. “Aku yang akan memintanya. Pasti dia mau, Diva,” ucapku. Senyum merekah di bibirnya. Kubimbing dia menuju mobil Mas Darry, kududukkan di jok depan. “Terima kasih, Embun. Hatimu begitu mulia,” bisiknya sembari menyenderkan kepala di senderan kursi, mata cekung itu lalu memejam, bibirnya mendesis seolah menahan sakit. Sakit sesuatu yang aku tak tahu apa. Kututup pintu mobil dengan sedikit kencang, a

