Bab 78. Lamaran Dokter Danu ***** “Baik, Om, Laya enddak minum es yagi.” “Ya, udah, nanti minta vitamin sama Mbak Rika, ya! Mbak Rika tahu kok, obatnya!” “Baik, Om.” “Sekarang Raya, mandi sama Mbak Rika, ya, Sayang! Om Dokter mau pulang, dia sibuk!” ucapku kemudian. Untung Raya mau menurut. “Oom mau puyang, ya? Ya, uddah, Laya mandi duyu, ya, dadah, Om Dokten!” Terpaksa Dokter Danu melepas anakku, lalu bangkit dan berjalan mengikutiku menuju teras. Sengaja aku berjalan menuju teras, sebagai isyarat padanya agar segera pergi dari rumahku. “Maaf, Bu Embun, jujur, saya merasa, kok, sikap Ibu, agak berubah, ya?” tanyanya setelah aku berhenti di teras. Dia berdiri di sampingku. “Saya biasa saja, Dokter. Tidak ada yang berubah. Anda adalah Dokter anak-anak. Jika ada apa-apa dengan mer

