“Kalau dipikir-pikir, kenapa kita nggak balik ke sekolah aja?” usul Gerald tiba-tiba. Mereka terdiam cukup lama usai tenggelam dalam pikiran sendiri-sendiri. Semakin mereka mendengar lebih jauh kisah-kisah masa lalu setiap orang yang terlibat, semakin rumit isi pikiran mereka. Andrea yang pertama kali menggeleng dengan ekspresi horor di wajahnya. Johan mengerti dengan penolakan instan itu. Setelah berhari-hari menghadapi banyak ketakutan pasca kejadian yang menewaskan kawan-kawannya, bukan hal yang menyenangkan untuk kembali ke tempat di mana sumber paranoianya berasal. Gerald menghela napas. “Ya aku nggak bisa maksa kalian sih. Aku juga nggak begitu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku ngasih saran ini karena Andrea juga nggak yakin ‘kan apakah di antara mereka memang benar-benar meni

