TAP ... TAP ... Suara langkah sepatu terdengar mendekat ke arah sel tempat Daren terkurung, sosok pria dengan pakaian formal datang dan masuk ke dalam sel itu di dampingi satu sosok polisi penjaga. Daren mendongakkan wajahnya, saat cahaya masuk menyinari ruangan gelap tempatnya berada. “Bagaiamana kabarmu, Nak? Apa tadi malam banyak nyamuk?” tanya sosok tersebut. Duduk disamping Daren, yang kini menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya. Pria itu tersenyum, karena Daren tak menjawab pertanyaanya. “Kau takut padaku?” tanyanya sekali lagi. daren lagi-lagi hanya diam dan menunduk. “Hah ... aku pengacara yang di kirim ayahmu.” Jelas pria itu dengan napas lelahnya. Kini Daren menatap pria itu, tanpa ada ekspresi yang berarti. “Siapa namamu? apa aku bisa bebas dari tempat ini?” tanya Dar

