Sepulang sekolah, Maura terlihat tengah menunggu jemputannya yang mungkin saja sedikit telat. Gadis itu menggerutu kesal, tanpa menyadari ada segerombolan siswi mendekat di belakangnya. “Emmppphhh!” Para siswi itu membekap mulut Muara, hingga membuatnya kesulitan bernapas. Menyeret tubuh tak berdaya Maura ke adalam gedung sekolah. “A-apa yang kalian lakukan, hah?!” tanya Maura, setelah mereka melepaskan bekapan di mulut gadis tersebut. Maura begitu ketakutan, ia sendirian tak mungkin bisa membalas mereka semua. Mereka hanya saling melempar senyuman sinis, tanpa mengeluarkan suara sepatah kata pun. Maura mengamati satu persatu wajah mereka yang sayangnya ia sama sekali tak mengenali wajah mereka. “S-siapa kalian?” tanya Maura terbata. Mereka tak menghiraukan pertanyaan Maura, denga

