Jonatan tertegun di dalam kamarnya, ia merasa benar-benar gila hari ini. Bisa-bisanya ia mencium Maura. Ck, dapat keberanian dari mana pemuda itu tadi?. Hingga kedatangan Jm mengagetkan atensinya. “Kau memikirkan apa?” tanya pemuda itu, seraya menepuk pundak pemuda yang lebih muda. Jonatan terkesiap, ia gugub, masa iya dia harus berucap jujur pada Jm. Dengan cepat Jonatan memutar otaknya untuk mencari alasan pasti. “Tidak ada.” Dari pada harus ditanya ini itu oleh Jm, lebih baik ia pergi menjauhi pemuda tersebut. Jm tersenyum melihat tingkah Jonatan yang begitu mencurigakan. Tanpa pemuda itu memberitahu pun, Jm sudah tahu semuanya. jangan pikir jika Jm membiarkan Jonatan berkeliaran begitu saja, ia terlalu pintar jika hanya mencari tahu apa yang Jonatan lakukan. Jonatan meraup wajahn

