Genap satu minggu lamanya Maura tidak masuk sekolah, dan kini tiba waktunya untuk anak remaja itu kembali menempuh pendidikannya. Dan hal itu sontak mendapat kecaman dari sang kakak, ia tidak ingin adik kesayangannya kembali terluka. “Maura, apa kamu benar-benar baik-baik saja?” tanya sang kakak, dan di balas anggukan yakin oleh gadis tersebut. Sedikit perdebatan di pagi hari, hingga pada akhirnya sang kakak—Daren tak lagi bisa melarang sang adik untuk tidak masuk ke sekolah, bahkan ucapan kedua orang tuanya pun tak lagi dia anggap. Daren hanya bisa mengawasi Maura dari jarak jauh. . . . Jonatan terlihat tidak bersemangat menjalani hari-harinya, hari ini dia berencana untuk bolos sekolah beberapa hari, karena ingin mengunjungi sang ayah di luar negri. “Kau yakin ingin menemui daddy

