MDU 104

1068 Kata

Jovanka yang tadinya hanya diam sedikit tertarik dengan topik pembicaraan yang Tristan ucapkan. Ia menoleh sejenak, meski sedikit enggan. “Kau juga berpikiran begitu?” Tristan tersenyum, ia senang mendapat sedikit respon dari mantan istrinya. Hah! Mantan istrinya, ya? Kenapa hati kecil Tristan rasanya tak ingin menerima kenyataan itu?. “Eum, dia sangat mirip dengan putraku.” Jovanka menyunggingkan senyumnya sinis, ia kembali teringat akan kejadian beberapa tahun yang sudah berlalu. Merasa lucu saat Jonatan sudah tiada dan Tristan baru mengatakan jika anak itu putranya, kemana saja pria ini? Kenapa dia mengatakannya di saat Jonatan sudah tiada? Tak sadarkah pria ini? Jika penyebab ketiadaan sang putra tak lebih karena ulahnya. Tristan mengerti jika Jovanka marah karena dirinya, ia juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN