Jonatan yang tengah asik mendengarkan musik di dalam kamarnya dikejutkan dengan suara gebrakan pintu. Dengan cepat pemuda itu berlari meraih pistol kesayangannya, keluar dengan cepat dari dalam kamar menuju ke lantai bawah. Jonatan sudah siap siaga dengan senjata di kedua tangannya, membuka pintu berlahan dan menodongkan senjata api tersebut ke arah sosok yang ada di luar mansionnya. “Fyuuu ...” sosok di luar sana bersiul sembari mengangkat kedua tangannya. Jonatan terkesiap dengan sejuta keterkejutan melihat siapa sosok yang ada di luar rumahnya tersebut. “Kakak!!” serunya, menghamburkan tubuhnya ke pelukan mereka semua kecuali Jm. “Kau tidak memberikan pelukan padaku?” protes Jm. Jonatan merolling bola matanya dan memeluk begitu erat ke dalam pelukan Jm, sampai pemuda itu mengumpat k

